Able Not to Sin
Secara kebetulan saya membaca sebuah teori yang sangat menarik, yang mengatakan bahwa ada tiga tipe manusia, yakni yang tercipta:
Not able to sin (tidak bisa berdosa)
Not able not to sin (tidak bisa luput dari dosa)
Able not to sin (mampu menolak dosa).
Siapa sajakah mereka, dan termasuk tipe yang manakah kita ?.
Allah menciptakan Adam dan Hawa serupa dengan Allah sendiri yang adalah sempurna. Ketika hidup di Taman Firdaus, mereka hidup bahagia bersama Allah bapa, dan tidak pernah sekalipun terlintas dalam benak dan hati mereka untuk melawan kehendak dan perintah Allah yang maha kasih. Mereka diciptakan untuk hidup bahagia selamanya bersama Allah Bapa, sehingga mereka tercipta untuk tidak bisa berbuat dosa (not able to sin).
Namun kemudian setan datang menggoda dan mengelabui mereka sehingga mereka “jatuh” ke dalam dosa asal.
Setelah itu, setiap manusia yang hidup di dunia ini tidak lagi terlahir suci. Manusia mewarisi dosa asal itu, sehingga meskipun manusia berusaha sekuat tenaga untuk hidup suci, tetap saja mereka memiliki dosa. Sungguh, setiap manusia yang terlahir di dunia ini tidak bisa untuk tidak berdosa (not able not to sin).
Menurut iman Katolik, hanya ada satu pengecualian akan hal ini, yakni Bunda Maria, ibu Yesus. Bunda Maria adalah perawan suci yang dikandung tanpa dosa, the Immaculate, yang dipilih, “dipersiapkan” dan dipantaskan Allah untuk mengandung Putera Allah sendiri yang adalah suci dan kudus.
Bagi kita yang telah mengenal dan percaya akan Kristus Yesus sebagai Sang Juru Selamat, kita adalah ciptaan baru. Dalam 2 Kor 5:17
“Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang.”
Allah menjanjikan kehidupan kekal, dan menuntun kita kepada pembaptisan dalam nama Bapa, Putera, dan Roh Kudus.
Yesus telah berkata ”Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati (Yoh 11:25)”.
Dalam Kristus, hidup kita dimampukan untuk menjadi sempurna. (Matius 5:48) “Karena itu haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang di sorga adalah sempurna.”
Dalam tuntunan Roh Kudus, kita menjadi manusia yang “able not to sin', manusia yang mampu menolak dosa.
We are able not to sin. Maka mari kita selalu menolak dan menjauhi dosa. Masa Prapaskah ini adalah the acceptable time - masa yang baik untuk memperbaiki hidup kita lewat doa, puasa, dan amal kasih (Pray, Fast, and Charity). Mari kita memberikan diri hidup dalam tuntunan Roh Kudus dan menyerahkah hidup kita sepenuhnya kepada Kristus. Semoga, setelah hidup di dunia ini berakhir, kita akan bangkit bersama Kristus, dan hidup dalam keabadian Sorga, bersama para malaikat dan orang kudus, memuji dan memuliakan Allah Bapa yang maha mulia, kini dan sepanjang segala masa.
Selamat menjalani masa prapaskah dengan hati yang selalu dipenuhi cinta kasih kepada Allah dan sesama. Amin.