Connection Sept 2026

  Edisi September 2026


JADWAL MISA WKICU


6 September - Jam 3:30 sore

St. Cecilia Church

2555 17th Ave

San Francisco, CA 94116

Presider: Fr. Sebastine Bula, VC


20 September - Jam 2:00 siang

St. Anne Church 

32223 Cabello Street

Union City, CA 94587

Presider: Romo Fransiskus Santoso, SVD

Untuk intensi misa, hubungi Ingrid Supit


Setelah misa WKICU selesai, akan dilanjutkan dengan acara ramah tamah. Apabila ada umat yang mau memberi donasi makanan, hubungi Lily Lie untuk wilayah San Francisco atau Cynthia (Thia) untuk wilayah Union City.

ACARA MENDATANG


​Novena WKICU 2026

​Untuk mengikuti acara ini, join zoom.wkicu.org. Sesi ke-8 akan diadakan hari Kamis, tanggal 24 September bersama Romo Effendi Sunur, SJ dengan tema: "Bagaimana Aku Bisa Membalas Kebaikan Tuhan Melalui WKICU?"


​Chautauqua 2026


WKICU mengajak semua umat untuk berpartisipasi di acara Chautauqua (Gathering of People) di Katedral Christ The Light, Oakland. Untuk acara prosesi, kita akan berkumpul tanggal 17 Oktober 2026, jam 10:00 pagi. 

Umat dimohon untuk memakai baju adat atau batik.

Untuk informasi lebih lanjut, hubungi Youngky Hermanto.


Jadwal acara Chautauqua:

10:00 AM – Lining up for the procession
10:30 AM – Procession starts
11:00 AM – Mass begins
12:30 PM – Cultural expressions (entertainment) & food booth

.

Perayaan HUT ke-35  WKICU


(SAVE THE DATE)


Seluruh Umat WKICU diundang untuk menghadiri Perayaan HUT ke-35 WKICU pada hari:


📅 Minggu, 22 November 2026
🕞 Pukul 15.30 – Perayaan Ekaristi dipimpin oleh Uskup Michael Barber, SJ, dilanjutkan dengan Makan Malam & Perayaan HUT.

📍 Cathedral Christ the Light
2121 Harrison Street, Oakland, CA 94612

KENALAN DENGAN ALICE CHEN


Alice bertama kali berkenalan dengan WKICU di tahun 2004 saat dia diajak oleh Marcella menghadiri misa WKICU di St. Anne. Kisah perjalanan iman Alice mengingatkan saya akan lagu Tommy Walker berjudul “He Knows My Name”…

I have a Maker
He formed my heart
Before even time began
My life was in His hands

He knows my name
He knows my every thought
He sees each tear that falls
And hears me when I call

…..


Perjalanan iman Katolik Alice sesungguhnya dimulai bahkan sebelum ia lahir. Semua bermula dari sebuah pertemuan sederhana di Bundaran HI, Jakarta. Ayah Alice, yang bukan penganut agama, melihat dua orang suster Katolik berjalan kaki dan menawarkan diri untuk mengantar mereka pulang. Dalam percakapan tersebut, ia setengah bercanda bertanya apakah kelak, bila anaknya sudah lahir, anaknya boleh bersekolah di tempat para suster itu mengajar. Singkat cerita, keinginan untuk memberikan pendidikan yang baik membawa Alice ke sekolah Katolik dan kemudian menerima baptisan. Di masa mudanya, Alice menjalani imannya seperti kebanyakan hal dalam hidup—hanya mengikuti arus saja tanpa memiliki pengalaman iman yang mendalam.


Baru setelah anak-anaknya kuliah, Alice merasa terpanggil untuk menelaah imannya lebih dalam. Pertanyaan-pertanyaan tentang iman yang selama ini menggelitik hatinya sedikit demi sedikit mulai menemukan jawaban, salah satunya melalui homili seorang imam saat Misa di St. Stephen. Ketika kehidupan perkawinannya berakhir, Alice yang berada jauh dari keluarganya harus menghadapi banyak hal seorang diri. Dalam kesepian dan ketidakpastian itu, Alice menemukan tempat untuk bersandar dan beristirahat dalam kehidupan rohaninya. Ia mulai menghadiri Misa harian, berdoa Rosario secara rutin, dan semakin rindu untuk mengenal imannya lebih dalam. Kerinduan itu membawanya menemukan gereja yang buka 24 jam dan memberikannya rasa “rumah” - St. Dominic dan Church of the Nativity, tempat ia bisa datang kapan saja, berdiam diri, dan menyerahkan segala beban kepada Tuhan. Sejak saat itu, Alice juga rutin mengikuti adorasi Ekaristi dan aktif dalam kegiatan KTM (Komunitas Tritunggal Maha Kudus).


Melalui pengalaman hidupnya, Tuhan menjadikan Alice lebih peka terhadap orang-orang yang sedang mengalami kesulitan hidup, terutama mereka yang jauh dari keluarganya. Ia tahu bagaimana rasanya menghadapi masalah tanpa keluarga dekat dan dengan bantuan yang terbatas. Mengikuti panggilan imannya, ia mulai berusaha untuk lebih hadir dan mendampingi mereka yang sedang mengalami kesulitan, mulai dari mendengarkan dan mendampingi seorang ibu yang sedang mengalami masalah perkawinan, mengantar tetangganya ke emergency room tanpa memikirkan risiko yang mungkin terjadi bila orang tersebut meninggal di mobilnya, hingga mengurus pemakaman seseorang yang hampir tidak dikenalnya tetapi tidak memiliki keluarga di Amerika. Alice berusaha untuk membantu tidak hanya setengah jalan, tetapi sampai masalah orang tersebut menemukan resolusi. Saat membantu orang yang meninggal dan tidak mempunyai keluarga, ia tidak hanya membantu dalam proses pemakaman, tetapi juga untuk  mengurus dokumentasi ahli waris dan berkolaborasi dengan teman-temannya di Jakarta yang tanpa pamrih membantu untuk menyumbangkan hasil donasi ke organisasi non-profit di Indonesia.


Bagi Alice, membantu sesama tidak harus selalu membuahkan hasil yang besar. Saat mengorganisasi Healing Mass, ia merasa misinya sudah tercapai apabila ada satu orang saja yang merasakan sentuhan Tuhan di saat misa. Tiga hal di bucket list Alice pun sederhana:

  • Untuk terus menjadi pribadi yang dapat membantu orang-orang di sekitarnya.

  • Membangun hubungan yang lebih baik dengan anak-anak dan saudara-saudaranya.

  • Mendapat kesempatan untuk berbakti kepada kedua orang tuanya dengan sebaik-baiknya.

Saat ditanya tentang harapannya untuk WKICU, ia berdoa dan berharap semoga WKICU bisa mempunyai gedung gereja sendiri di masa depan. Pada saat diwawancara, ia juga mengungkapkan bahwa ia salut dengan OMK (Orang Muda Katolik) yang selalu membantu dari hati mereka saat membantu kegiatan-kegiatan WKICU ataupun KTM. Alice mempunyai harapan besar bagi OMK untuk menjaga eksistensi komunitas Katolik Indonesia di Bay Area. 

KILAS BALIK BULAN AGUSTUS


Rekoleksi Bersama Romo Charles, O.Carm


Korintus 12:9 “Tetapi jawab Tuhan kepadaku: ”Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna.” Sebab itu terlebih suka aku bermegah atas kelemahanku, supaya kuasa Kristus turun menaungi aku.”


Dalam rekoleksi WKICU bulan Agustus yang lalu, Romo Charles mengajak kita untuk mengubah cara pandang saat kita mengalami kepahitan hidup. Di saat kita sedang mengalami kesusahan dan penderitaan ataupun merasa bersalah karena dosa, kita tidak perlu bersembunyi, tetapi justru kita diajak untuk mempersembahkan semuanya itu kepada Tuhan. Dalam kesusahan dan penderitaan itulah saat kita dapat bertemu dan mengalami kasih Tuhan yang nyata kepada kita. Tuhan berjanji, sejak zaman Abraham, untuk selalu menyertai kita dalam kesusahan, penderitaan dan gelimang dosa.


Izinkan Tuhan untuk menjamah, mencintai dan mengampunimu,” pesan Romo Charles. Romo Charles juga menghimbau untuk selalu berdoa dalam keadaan apapun, pasrah kepada kehendak Bapa dan menjalani segalanya dengan jiwa yang ceria (joyful spirit). Tidak ada orang kudus yang muram dan suka menggerutu, pesannya.



Piknik Tahunan WKICU 2026


Hari Sabtu, 29 Agustus 2026 yang lalu WKICU mengadakan piknik. Ajang tahunan itu telah menjadi acara favorit kita bersama untuk saling bertemu dan bergembira sambil menikmati segala hidangan. Kumpul, makan, tertawa dan saling gotong royong menyiapkan segala keperluan mulai dari memasang taplak meja, mengkoordinasi makanan, menyiapkan dan membakar sate, hingga menyiapkan permainan-permainan seru seperti kehebohan makan krupuk— kesemuanya mencipta kehangatan tersendiri, apalagi ketika tegur sapa dan pelukan akrab terjadi, di situ ada senyum ceria di wajah yang berbinar.


Terima kasih atas kehadiran kalian semua dalam piknik itu. Terutama para tante yang menyempatkan diri hadir, duduk santai di bawah rindangnya pohon bercakap ria mengurai rindu. Terima kasih juga untuk keluarga muda dan OMK yang ikut nimbrung dan terlibat membantu memeriahkan acara itu. Bagi kami para pengurus, tak ada yang lebih membahagiakan selain menyaksikan keakraban dan persaudaraan di antara umat yang terlihat nyata di depan mata. Terima kasih kepada Tuhan Allah kita Yang Maha Baik atas makanan berlimpah, acara meriah dan cinta yang tercurah.


Ini pertama kalinya saya ikut piknik WKICU di Lake Chabot dan pengalaman itu sungguh amat berkesan. Acara yang dihadiri oleh banyak warga Katolik di California Utara ini berlangsung dengan sukses dan meriah berkat kerja keras dan ketulusan para sukarelawan. Makanan dan minuman yang enak dan berlimpah, lomba yang lucu dan menyenangkan, serta canda dan tawa membuat suasana terasa hangat. Yang paling mengesankan adalah melihat anak-anak, kaum muda, orang dewasa, hingga lansia dapat membaur, berbagi dan menikmati kebersamaan sebagai satu keluarga dalam Kristus.

Saya bersyukur kepada Tuhan atas kesempatan indah ini. Meski jauh dari tanah air, kebersamaan ini menghadirkan rasa persaudaraan kekeluargaan, dan kehangatan seperti berada di rumah sendiri.  ~Lusi McKinley ~

LAPORAN KEUANGAN 


BULAN JULI:


Total Pemasukan:
Kolekte & Donasi (Check, Zelle, Stripe, Tunai): $3,818.00


Total Pengeluaran:

Pengeluaran digunakan untuk mendukung kegiatan dan keberlangsungan pelayanan komunitas, terdiri dari:

  • Kegiatan & Logistik Komunitas (Sewa aula gereja, konsumsi, stipend, dll.): $2,292.69

  • Administrasi Komunitas: $67.20

  • Lain-lain: $885.00

Total Pengeluaran Operasional: $2,359.89


Surplus Keuangan Bulan Juli: $573.11



BULAN AGUSTUS:


Total Pemasukan:
Kolekte & Donasi (Check, Zelle, Stripe, Tunai): $6,602.00


Total Pengeluaran:

Pengeluaran digunakan untuk mendukung kegiatan dan keberlangsungan pelayanan komunitas, terdiri dari:

  • Kegiatan & Logistik Komunitas (Sewa aula gereja, konsumsi, stipend, dll.): $1,810.00

  • Administrasi Komunitas: $67.20

  • Lain-lain: $3,098.12

Total Pengeluaran Operasional: $4,975.32


Surplus Keuangan Bulan Agustus: $1,626.68


SUMBANGAN KASIH


Sumbangan kasih dapat diberikan melalui:


Cek - Payable to WKICU dan dikirimkan melalui kantor pos ke:
PO Box 8362, Fremont CA 94537


Zelle - bendahara@wkicu.org

Mohon pilih akun tipe bisnis (Business name: WKICU), dan diberi catatan lokasi dan tanggal misa.


Credit Card - melalui WKICU Donation page.


Donasi anda ke WKICU bisa diklaim untuk pemotongan pajak. Untuk mempermudah WKICU untuk memberikan bukti pemotongan pajak kepada anda, mohon menulis cek ke WKICU dan pastikan untuk mencantumkan nama, alamat dan jumlah donasi.


TIN: 87-3693225


Follow WKICU



Apabila anda mempunyai pertanyaan, komentar ataupun revisi yang terkait dengan Newsletter ini, anda bisa mengirimkan email ke admin@wkicu.org.

Previous Posts