 |
Edisi Juli 2026 |
|
|
|
|
5 Juli - Jam 3:30 sore St. Cecilia Church
2555 17th Ave San Francisco, CA 94116 Presider: Romo Fransiskus Santoso, SVD |
19 Juli - Jam 2:00 siang St. Anne Church 32223 Cabello Street Union City, CA 94587
Presider: Romo Fransiskus Santoso, SVD | |
Untuk intensi misa, hubungi Ingrid Supit
|
Setelah misa WKICU selesai, akan dilanjutkan dengan acara ramah tamah. Apabila ada umat yang mau memberi donasi makanan, hubungi Lily Lie untuk wilayah San Francisco atau Cynthia (Thia) untuk wilayah Union City. |
|
|
|
ACARA MENDATANG
|
Novena WKICU 2026 |
Untuk mengikuti acara ini, join zoom.wkicu.org setiap Jumat minggu ke-4 pukul 7 malam. Sesi ke-6 akan diadakan tanggal 23 Juli bersama Romo Hartono Budi, SJ, dengan tema: "Bisakah gereja keluarga Allah ada di WKICU bagiku?" |
 | |
Rekoleksi WKICU Summer 2026 |  |
| Piknik Tahunan WKICU 2026 |
 | |
KENALAN DENGAN YULIA WANG
|
Yulia Wang, anak ke-11 dari dua belas bersaudara, datang ke Amerika Serikat bersama suami dan keempat putri mereka pada akhir November 2010. Namun, perkenalan beliau dengan WKICU sudah dimulai beberapa tahun sebelumnya ketika datang berlibur ke Bay Area pada tahun 2006. Saat saya mewawancarai Yulia—dan jujur, ini adalah pertama kalinya saya berbincang dengan beliau—saya berkenalan dengan sosok yang sederhana, kuat, dan hidup penuh dengan rasa syukur. Dari cerita-ceritanya, saya melihat seseorang yang menjalani hidup dengan iman yang teguh, meskipun perjalanan hidupnya tidak selalu mudah.
Ketika mulai bergabung dengan WKICU, Yulia dan suaminya belum dibaptis. Namun, beliau sudah merasakan ketertarikan untuk mengenal iman Katolik lebih dalam. Keempat putrinya sendiri sudah dibaptis di Indonesia. Dengan dorongan dari almarhum Monika dan Wenny, beliau akhirnya memutuskan untuk mengikuti pelajaran katekumen. Pada tahun 2013, Yulia resmi dibaptis dan menjadi anggota Gereja Katolik di WKICU oleh Romo Effendi dan Romo Galih.
|
|
|
 |
Selama wawancara, Yulia banyak bercerita tentang perhatian dan kebaikan dari umat WKICU yang beliau rasakan selama ini.
Beliau mengenang Ben Liem yang dengan setia membantu mengantar-jemput keempat putrinya untuk menghadiri misa WKICU di St. Justin. Karena kesibukan jadwal kerjanya, Yulia dan suaminya, Djungsen, tidak selalu bisa hadir di misa. Namun berkat bantuan Ben, anak-anak mereka tetap bisa berpartisipasi aktif WKICU.
Beliau juga mengingat perhatian Diakon Iwan yang membantu menyesuaikan jadwal pelajaran katekumen dengan jadwal kerja beliau dan suaminya agar mereka bisa dibabptis. Yulia juga mengingat dan bersyukur untuk bantuan dan perhatian dari banyak warga WKICU saat dia sedang sakit berat. Mulai dari mendoakan, mengajak ke misa penyembuhan, membawakan makanan sampai dengan membawakan doa berisikan doa permohonan untuk penyembuhan ke Lourdes. Beliau juga mengenang bagaimana Ben Liem membantu memperkenalkan choi pan legendaris buatannya kepada banyak orang di Bay Area. “Saya sangat bersyukur untuk umat WKICU. WKICU bagi saya adalah keluarga dekat yang saya tidak mililki selama di perantauan di Amerika,” ujar beliau.
Hal yang paling berkesan bagi saya selama wawancara ini adalah cara Yulia memandang hidupnya. Walaupun beliau telah melalui banyak rintangan, beliau tidak berbicara dengan nada mengeluh atau berfokus pada kesulitan yang ada. Sebaliknya, yang paling sering saya dengar justru ungkapan syukur. Beberapa kali beliau berkata, “Tuhan itu baik.” “Puji Tuhan.”
“Untung Tuhan masih sayang sama saya.” Kalimat-kalimat sederhana itu berulang kali muncul dalam percakapan kami.
Di akhir wawancara, saya bertanya apa 3 mimpi yang masih ada di bucket list-nya. Beliau menjawab dengan sederhana: “Kesehatan. Selain itu tidak ada lagi. Saya sudah punya rumah sendiri, dan saya juga sudah pernah ke Lourdes saat tahun Yubileum kemarin dan merayakan Natal di sana. Selain kesehatan, semua impian saya sudah dikabulkan Tuhan” ujarnya.
Kisah Tante Yulia mengingatkan kita bahwa rasa syukur sering kali bukan lahir dari hidup yang tanpa masalah, tetapi dari hati yang memilih untuk tetap melihat kebaikan Tuhan di tengah segala keadaan. | |
KILAS BALIK BULAN JUNI |
|
|
Misa WKICU di Gereja St. Anne -
Perayaan Father's Day dan Perpisahan dengan Father Joseph Nguyen
|
 |
Pada bulan Juni yang lalu, selain mengungkapkan rasa terima kasih dan apresiasi kepada para ayah dalam rangka perayaan Hari Ayah, kita juga bersama-sama mengucap syukur atas pelayanan Fr. Joseph. Selama bertugas di St. Anne, Fr. Joseph telah berkali-kali berkenan memimpin Perayaan Ekaristi WKICU dan menjadi berkat bagi komunitas kita. Kini beliau mendapat penugasan baru sebagai Parochial Vicar di St. Joseph, Pinole. Semoga Tuhan senantiasa menyertai dan memberkati setiap langkah pelayanannya di tempat yang baru. |
| |
LAPORAN KEUANGAN
| BULAN JUNI
Total Pemasukan: Kolekte & Donasi (Check, Zelle, Stripe, Tunai): $3,515.00 Total Pengeluaran:
Pengeluaran digunakan untuk mendukung kegiatan dan keberlangsungan pelayanan komunitas, terdiri dari: Kegiatan & Logistik Komunitas (Sewa aula gereja, konsumsi, stipend, dll.): $1,462.00
Administrasi Komunitas: $217.20 Lain-lain: $240.00 Total Pengeluaran Operasional: $1,919.20
Surplus Keuangan Bulan Juni: $1,515.80
|
|
SUMBANGAN KASIH
| Sumbangan kasih dapat diberikan melalui:
Cek - Payable to WKICU dan dikirimkan melalui kantor pos ke: PO Box 8362, Fremont CA 94537
Zelle - bendahara@wkicu.org Mohon pilih akun tipe bisnis (Business name: WKICU), dan diberi catatan lokasi dan tanggal misa.
Credit Card - melalui WKICU Donation page.
Donasi anda ke WKICU bisa diklaim untuk pemotongan pajak. Untuk mempermudah WKICU untuk memberikan bukti pemotongan pajak kepada anda, mohon menulis cek ke WKICU dan pastikan untuk mencantumkan nama, alamat dan jumlah donasi.
TIN: 87-3693225 | |
|
|
Follow WKICU
| |
Apabila anda mempunyai pertanyaan, komentar ataupun revisi yang terkait dengan Newsletter ini, anda bisa mengirimkan email ke admin@wkicu.org. |
|
|
|
|