Wenny Teguh Wenny Teguh

Juli 2026

Connection July 2026

  Edisi Juli 2026


JADWAL MISA WKICU


5 Juli - Jam 3:30 sore

St. Cecilia Church

2555 17th Ave

San Francisco, CA 94116

Presider: Romo Fransiskus Santoso, SVD


19 Juli - Jam 2:00 siang

St. Anne Church 

32223 Cabello Street

Union City, CA 94587

Presider: Romo Fransiskus Santoso, SVD

Untuk intensi misa, hubungi Ingrid Supit


Setelah misa WKICU selesai, akan dilanjutkan dengan acara ramah tamah. Apabila ada umat yang mau memberi donasi makanan, hubungi Lily Lie untuk wilayah San Francisco atau Cynthia (Thia) untuk wilayah Union City.

ACARA MENDATANG


Novena WKICU 2026


Untuk mengikuti acara ini, join zoom.wkicu.org setiap Jumat minggu ke-4 pukul 7 malam. 

Sesi ke-6 akan diadakan tanggal 23 Juli bersama Romo Hartono Budi, SJ, dengan tema: "Bisakah gereja keluarga Allah ada di WKICU bagiku?"

Rekoleksi WKICU Summer 2026

​Piknik Tahunan WKICU 2026

KENALAN DENGAN YULIA WANG


Yulia Wang, anak ke-11 dari dua belas bersaudara, datang ke Amerika Serikat bersama suami dan keempat putri mereka pada akhir November 2010. Namun, perkenalan beliau dengan WKICU sudah dimulai beberapa tahun sebelumnya ketika datang berlibur ke Bay Area pada tahun 2006. Saat saya mewawancarai Yulia—dan jujur, ini adalah pertama kalinya saya berbincang dengan beliau—saya berkenalan dengan sosok yang sederhana, kuat, dan hidup penuh dengan rasa syukur. Dari cerita-ceritanya, saya melihat seseorang yang menjalani hidup dengan iman yang teguh, meskipun perjalanan hidupnya tidak selalu mudah.


Ketika mulai bergabung dengan WKICU, Yulia dan suaminya belum dibaptis. Namun, beliau sudah merasakan ketertarikan untuk mengenal iman Katolik lebih dalam. Keempat putrinya sendiri sudah dibaptis di Indonesia. Dengan dorongan dari almarhum Monika dan Wenny, beliau akhirnya memutuskan untuk mengikuti pelajaran katekumen. Pada tahun 2013, Yulia resmi dibaptis dan menjadi anggota Gereja Katolik di WKICU oleh Romo Effendi dan Romo Galih.



Selama wawancara, Yulia banyak bercerita tentang perhatian dan kebaikan dari umat WKICU yang beliau rasakan selama ini.

Beliau mengenang Ben Liem yang dengan setia membantu mengantar-jemput keempat putrinya untuk menghadiri misa WKICU di St. Justin. Karena kesibukan jadwal kerjanya, Yulia dan suaminya, Djungsen, tidak selalu bisa hadir di misa. Namun berkat bantuan Ben, anak-anak mereka tetap bisa berpartisipasi aktif WKICU.


Beliau juga mengingat perhatian Diakon Iwan yang membantu menyesuaikan jadwal pelajaran katekumen dengan jadwal kerja beliau dan suaminya agar mereka bisa dibabptis. Yulia juga mengingat dan bersyukur untuk bantuan dan perhatian dari banyak warga WKICU saat dia sedang sakit berat. Mulai dari mendoakan, mengajak ke misa penyembuhan, membawakan makanan sampai dengan membawakan doa berisikan doa permohonan untuk penyembuhan ke Lourdes. Beliau juga mengenang bagaimana Ben Liem membantu memperkenalkan choi pan legendaris buatannya kepada banyak orang di Bay Area. “Saya sangat bersyukur untuk umat WKICU. WKICU bagi saya adalah keluarga dekat yang saya tidak mililki selama di perantauan di Amerika,” ujar beliau.


Hal yang paling berkesan bagi saya selama wawancara ini adalah cara Yulia memandang hidupnya. Walaupun beliau telah melalui banyak rintangan, beliau tidak berbicara dengan nada mengeluh atau berfokus pada kesulitan yang ada. Sebaliknya, yang paling sering saya dengar justru ungkapan syukur.

Beberapa kali beliau berkata,
“Tuhan itu baik.”
“Puji Tuhan.”
“Untung Tuhan masih sayang sama saya.”

Kalimat-kalimat sederhana itu berulang kali muncul dalam percakapan kami.


Di akhir wawancara, saya bertanya apa 3 mimpi yang masih ada di bucket list-nya. Beliau menjawab dengan sederhana: “Kesehatan. Selain itu tidak ada lagi. Saya sudah punya rumah sendiri, dan saya juga sudah pernah ke Lourdes saat tahun Yubileum kemarin dan merayakan Natal di sana. Selain kesehatan, semua impian saya sudah dikabulkan Tuhan” ujarnya.


Kisah Tante Yulia mengingatkan kita bahwa rasa syukur sering kali bukan lahir dari hidup yang tanpa masalah, tetapi dari hati yang memilih untuk tetap melihat kebaikan Tuhan di tengah segala keadaan.

KILAS BALIK BULAN JUNI


Misa WKICU di Gereja St. Anne  - 

Perayaan Father's Day dan 

Perpisahan dengan Father Joseph Nguyen



Pada bulan Juni yang lalu, selain mengungkapkan rasa terima kasih dan apresiasi kepada para ayah dalam rangka perayaan Hari Ayah, kita juga bersama-sama mengucap syukur atas pelayanan Fr. Joseph. Selama bertugas di St. Anne, Fr. Joseph telah berkali-kali berkenan memimpin Perayaan Ekaristi WKICU dan menjadi berkat bagi komunitas kita. Kini beliau mendapat penugasan baru sebagai Parochial Vicar di St. Joseph, Pinole. Semoga Tuhan senantiasa menyertai dan memberkati setiap langkah pelayanannya di tempat yang baru.


LAPORAN KEUANGAN


BULAN JUNI


Total Pemasukan:
Kolekte & Donasi (Check, Zelle, Stripe, Tunai): $3,515.00


Total Pengeluaran:

Pengeluaran digunakan untuk mendukung kegiatan dan keberlangsungan pelayanan komunitas, terdiri dari:

  • Kegiatan & Logistik Komunitas (Sewa aula gereja, konsumsi, stipend, dll.): $1,462.00

  • Administrasi Komunitas: $217.20

  • Lain-lain: $240.00

Total Pengeluaran Operasional: $1,919.20


Surplus Keuangan Bulan Juni: $1,515.80


SUMBANGAN KASIH


Sumbangan kasih dapat diberikan melalui:


Cek - Payable to WKICU dan dikirimkan melalui kantor pos ke:
PO Box 8362, Fremont CA 94537


Zelle - bendahara@wkicu.org

Mohon pilih akun tipe bisnis (Business name: WKICU), dan diberi catatan lokasi dan tanggal misa.


Credit Card - melalui WKICU Donation page.


Donasi anda ke WKICU bisa diklaim untuk pemotongan pajak. Untuk mempermudah WKICU untuk memberikan bukti pemotongan pajak kepada anda, mohon menulis cek ke WKICU dan pastikan untuk mencantumkan nama, alamat dan jumlah donasi.


TIN: 87-3693225


Follow WKICU



Apabila anda mempunyai pertanyaan, komentar ataupun revisi yang terkait dengan Newsletter ini, anda bisa mengirimkan email ke admin@wkicu.org.

Read More
Wenny Teguh Wenny Teguh

June 2026

Connection Juni 2026

  Edisi Juni 2026


JADWAL MISA WKICU


7 Juni - Jam 3:30 sore

St. Cecilia Church

2555 17th Ave

San Francisco, CA 94116

Presider: Romo Fransiskus Santoso, SVD


21 Juni - Jam 2:00 siang

St. Anne Church 

32223 Cabello Street

Union City, CA 94587

Presider: Romo Fransiskus Santoso, SVD

Untuk intensi misa, hubungi Ingrid Supit


Setelah misa WKICU selesai, akan dilanjutkan dengan acara ramah tamah. Apabila ada umat yang mau memberi donasi makanan, hubungi Lily Lie untuk wilayah San Francisco atau Cynthia (Thia) untuk wilayah Union City.

PENGUMUMAN


Jambore KKI USA - Canada

Novena WKICU 2026


Untuk mengikuti acara ini, join zoom.wkicu.org setiap Jumat minggu ke-4 pukul 7 malam. 

Sesi ke-5 akan diadakan tanggal 26 Juni bersama Romo Effendi Sunur, SJ, dengan tema:"Mungkinkah aku dapat membangun kebersamaan dalam WKICU?"


KENALAN DENGAN LIANYWATY (Lily) Lie


Bagi banyak umat WKICU, sosok Lianywati Lie, atau yang akrab disapa Lily, tentu sudah tidak asing lagi. Bahkan sebelum WKICU resmi terbentuk, Lily sudah menjadi bagian dari komunitas ini. Ia masih mengingat masa-masa mudika Ketika ia bersama dengan Eliza dan Ryadi mengadakan berbagai kegiatan penggalangan dana, mulai dari berjualan makanan, kaos, hingga CD musik, demi mendukung mimpi mendirikan WKICU yang kita kenal saat ini. Hingga hari ini, semangat pelayanan itu tetap hidup dalam dirinya. Lily masih aktif membantu di bidang konsumsi untuk Misa WKICU setiap minggu pertama. Baginya, ada kebahagiaan tersendiri saat melihat orang menikmati makanan yang disiapkannya. Bahkan, ia mengaku lebih senang lagi jika semua makanan yang tersedia habis disantap umat. “Rasanya puas kalau makanan yang disiapkan habis dan semua orang menikmatinya,” ujarnya sambil tertawa kecil.


Perjalanan iman Lily sendiri dimulai dari lingkungan yang berbeda. Ia dibesarkan dalam keluarga yang menganut agama Buddha. Saat menempuh pendidikan di Akademi Teknik Komputer di Cileduk, ia memiliki banyak teman Kristiani yang sering mengajaknya mengikuti persekutuan doa. Dari merekalah Lily mulai mengenal Yesus dan mempelajari iman Kristiani. Meskipun saat itu belum memutuskan untuk menjadi seorang Kristiani, ia mulai rutin menghadiri Misa setiap hari Minggu. Titik balik dalam perjalanan imannya terjadi setelah ia lulus kuliah. Saat berlibur ke Lampung bersama teman-temannya, Lily berkesempatan mengunjungi sebuah Gua Maria. Di tempat itu, ia berdoa dengan sungguh-sungguh agar Tuhan membukakan jalan baginya untuk memperoleh pekerjaan. Dalam doanya, ia berjanji bahwa jika permohonannya dikabulkan, ia akan menjadi seorang Katolik. Tak lama setelah kembali dari Lampung, doa itu terjawab. Lily menerima panggilan kerja yang telah lama dinantikannya. Menepati janjinya, ia mulai mengikuti pelajaran katekumen dan akhirnya menerima iman Katolik sebagai bagian dari hidupnya.

Pengalaman serupa kembali ia alami bertahun-tahun kemudian. Saat melakukan ziarah ke Vatikan, Lily yang memang senang mengikuti acara ziarah ke kota – kota di luar negeri, berdoa agar putranya memperoleh pekerjaan yang baik. Tidak lama setelah selesai berdoa, ia menerima telepon yang mengabarkan bahwa putrinya diterima sebagai intern di Stanford University. Bagi Lily, momen tersebut menjadi salah satu pengalaman yang semakin meneguhkan keyakinannya akan kuasa doa.


Saat ini Lily bekerja paruh waktu sebagai care giver di daerah Palo Alto. Karena tinggal di San Francisco, ia menghabiskan sekitar satu jam perjalanan setiap hari. Waktu di dalam mobil itu ia habiskan dengan mendengarkan radio KOIT 96.5 sambil berdoa rosario “Salam Maria.” Kebiasaan berdoa saat menyetir sudah dilakukannya sejak lama, bahkan sejak masih bekerja di restoran dan sering pulang larut malam. Saat rasa lelah dan kantuk datang, doa menjadi teman setia yang membantunya tetap fokus dan tenang. Salah satu pengalaman yang paling membekas dalam hidupnya terjadi pada tahun 2011. Pada hari Minggu setelah Thanksgiving, ketika sedang menyetir menuju tempat kerja, Lily yang memang merasa tidak enak badan dari pagi hari, kehilangan kesadarannya! Mobil yang dikendarainya sampai terbalik. Ketika sadar kembali, ia sudah berada di dalam ambulans. Yang mengejutkan, ia sama sekali tidak mengalami luka, bahkan lecet pun tidak. Setelah menjalani perawatan dan berbagai pemeriksaan lengkap selama tiga hari di rumah sakit, para dokter tidak menemukan penyebab yang jelas maupun cedera apa pun. Bagi Lily, peristiwa itu merupakan salah satu mukjizat yang selalu ia syukuri hingga hari ini.


Sebagai anggota komunitas yang telah menyaksikan perjalanan WKICU sejak awal, Lily memiliki harapan besar bagi masa depan komunitas ini. Ia berharap semakin banyak umat Katolik Indonesia bergabung dan terlibat aktif dalam WKICU. Ia juga berharap semakin banyak generasi muda yang hadir dan mengambil bagian dalam kehidupan komunitas, sehingga WKICU dapat terus bertumbuh dan berkembang dari generasi ke generasi. Melalui kesetiaan dalam pelayanan, kehidupan doa yang mendalam, dan kecintaannya pada komunitas, Lily menunjukkan bahwa iman dapat diwujudkan dalam hal-hal sederhana sehari-hari. Semoga kisah hidupnya menjadi inspirasi bagi kita semua untuk terus bertumbuh dalam iman dan pelayanan.

KILAS BALIK BULAN MEI


Prosesi di Mission Church Fremont



Pada tanggal 13 Mei, WKICU turut berpartisipasi dalam Rosary Procession Our Lady of Fatima di St. Joseph Catholic Church (Mission San José), Fremont, salah satu paroki tempat beberapa anggota komunitas kita melayani. Patung Bunda Maria milik komunitas kita yang selama ini mendampingi ketua WKICU dan berbagai kegiatan doa dan pertemuan komunitas kita juga turut serta dalam prosesi tersebut. 

MISA WKICU BULAN MEI - Graduation, Ultah Imamat ke -5, Mother's Day



Pada bulan Mei yang penuh sukacita, Komunitas Katolik Indonesia merayakan Misa khusus yang menggabungkan beberapa momen istimewa sekaligus, yaitu perayaan kelulusan para siswa SMP dan SMA, peringatan 5 tahun tahbisan imamat Romo Frans, serta Hari Ibu. Misa ini menjadi semakin bermakna karena para lulusan turut ambil bagian secara aktif dalam pelayanan liturgi, mulai dari membawakan Mazmur Tanggapan, membacakan bacaan Kitab Suci, melayani sebagai putra altar, hingga berbagai tugas lainnya. Keterlibatan mereka mencerminkan semangat pelayanan dan pertumbuhan iman yang telah mereka kembangkan selama ini. Dalam kesempatan yang sama, umat juga mengucap syukur atas lima tahun pelayanan Romo Frans sebagai imam serta menyampaikan penghargaan dan doa bagi para ibu yang dengan penuh kasih mendampingi keluarga mereka setiap hari. Semoga perayaan ini menjadi pengingat akan berkat Tuhan yang senantiasa menyertai perjalanan hidup, panggilan, dan pelayanan kita semua.

St. Anne Luau



WKICU, dikepalai oleh Thia, turut berpartisipasi dalam acara penggalangan dana yang diselenggarakan oleh Paroki St. Anne untuk mendukung renovasi dan perbaikan gedung gereja. Acara yang dihadiri oleh lebih dari 200 orang dari berbagai komunitas yang menjadikan St. Anne sebagai "rumah" mereka ini berlangsung meriah dan penuh semangat kebersamaan. Sebagai bentuk dukungan, beberapa anggota WKICU melayani sebagai food servers. Pada kesempatan tersebut, Fr. Ben turut memperkenalkan WKICU kepada seluruh hadirin, sehingga semakin mempererat hubungan komunitas kita dengan keluarga besar Paroki St. Anne. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh anggota yang telah meluangkan waktu untuk melayani dan mendukung suksesnya acara ini.


Misa di Gereja St. Cecillia



Misa minggu pertama WKICU di St. Cecilia yang lalu dihadiri oleh 76 orang dan St. Anne 170 orang, luar biasa! Semoga makin banyak umat yang "ajak-ajak" temannya untuk datang ke misa WKICU. All are welcome!


LAPORAN KEUANGAN


BULAN APRIL


Total Pemasukan:
Kolekte & Donasi (Check, Zelle, Stripe, Tunai): $6,211.88


Total Pengeluaran:

Pengeluaran digunakan untuk mendukung kegiatan dan keberlangsungan pelayanan komunitas, terdiri dari:

  • Kegiatan & Logistik Komunitas (Sewa aula gereja, konsumsi, stipend, dll.): $6,861.47

  • Administrasi Komunitas: $67.20

  • Lain-lain: $375.00

Total Pengeluaran Operasional: $7,303.67


Defisit Keuangan Bulan April: $1,091.79


BULAN MEI


Total Pemasukan:
Kolekte & Donasi (Check, Zelle, Stripe, Tunai): $4,676.88


Total Pengeluaran:

Pengeluaran digunakan untuk mendukung kegiatan dan keberlangsungan pelayanan komunitas, terdiri dari:

  • Kegiatan & Logistik Komunitas (Sewa aula gereja, konsumsi, stipend, dll.): $2,120.21

  • Administrasi Komunitas: $741.20

  • Lain-lain: $393.00

Total Pengeluaran Operasional: $3,254.41


Surplus Keuangan Bulan Mei: $1,422.47


SUMBANGAN KASIH


Sumbangan kasih dapat diberikan melalui:


Cek - Payable to WKICU dan dikirimkan melalui kantor pos ke:
PO Box 8362, Fremont CA 94537


Zelle - bendahara@wkicu.org

Mohon pilih akun tipe bisnis (Business name: WKICU), dan diberi catatan lokasi dan tanggal misa.


Credit Card - melalui WKICU Donation page.


Donasi anda ke WKICU bisa diklaim untuk pemotongan pajak. Untuk mempermudah WKICU untuk memberikan bukti pemotongan pajak kepada anda, mohon menulis cek ke WKICU dan pastikan untuk mencantumkan nama, alamat dan jumlah donasi.


TIN: 87-3693225


Follow WKICU



Apabila anda mempunyai pertanyaan, komentar ataupun revisi yang terkait dengan Newsletter ini, anda bisa mengirimkan email ke admin@wkicu.org.

Read More
Wenny Teguh Wenny Teguh

Mei 2026

Connection Mei 2026

  Edisi Mei 2026


JADWAL MISA WKICU


3 Mei - Jam 3:30 sore

St. Cecilia Church

2555 17th Ave

San Francisco, CA 94116

Presider: Romo Fransiskus Santoso, SVD


17 Mei - Jam 2:00 siang

St. Anne Church

32223 Cabello Street

Union City, CA 94587

Presider: Romo Fransiskus Santoso, SVD

Untuk intensi misa, hubungi Ingrid Supit


Setelah misa WKICU selesai, akan dilanjutkan dengan acara ramah tamah. Apabila ada umat yang mau memberi donasi makanan, hubungi Lily Lie untuk wilayah San Francisco atau Cynthia (Thia) untuk wilayah Union City.

PENGUMUMAN


​Misa dan Perayaan Khusus WKICU Bulan Mei 2026


Novena WKICU 2026


Untuk mengikuti acara ini, join zoom.wkicu.org setiap Jumat minggu ke-4 pukul 7 malam. Sesi ke-4 akan diadakan tanggal 22 Mei bersama Romo Anton Firmansyah, SJ.


KENALAN DENGAN FARIDA BUDIWARMAN


Halo, nama saya Farida Budiwarman. Saya lahir dan dibesarkan di Jakarta, di mana saya tumbuh dalam kekayaan budaya Indonesia sambil menempuh pendidikan di Sekolah St. Theresia dari taman kanak-kanak hingga sekolah menengah atas. Pendidikan Katolik yang saya terima menanamkan benih-benih iman dalam hidup saya, benih yang terus bertumbuh dan membimbing saya, bahkan di saat saya belum sepenuhnya menyadarinya.


Setelah lulus SMA, saya pindah ke Amerika Serikat untuk melanjutkan studi di Carnegie Mellon University. Di sanalah saya bertemu dengan Henri, calon suami saya, yang menandai awal dari sebuah kemitraan hidup yang telah melalui berbagai tahap kehidupan bersama.


Pada tahun 2000, saya dan Henri pindah ke Bay Area untuk menikah dan membangun kehidupan bersama, dengan percaya pada tuntunan Tuhan saat kami memasuki babak baru dalam hidup. Selama dua dekade berikutnya, saya mengembangkan karier di industri teknologi dan bekerja di software engineering di eBay dan kemudian di Realtor.com. Dunia tersebut sangat dinamis dan menarik, namun pada tahun 2019, tepat sebelum pandemi, saya mengambil keputusan untuk berhenti sejenak dan memfokuskan diri pada hal yang paling penting: keluarga saya, khususnya kedua putri remaja saya, serta kesehatan saya.


Masa keheningan tersebut membuka hati saya terhadap sesuatu yang tidak terduga. Selama pandemi, saya kembali menemukan kecintaan saya pada memasak dan membuat kue, sekaligus menghidupkan kembali ingatan masa kecil saya. Apa yang awalnya merupakan hobi pribadi kemudian berkembang menjadi Savorbox, sebuah dapur butik yang menghadirkan hidangan khas Indonesia dan Nyonya dengan sentuhan modern. Dalam banyak hal, ini menjadi sebuah bentuk pelayanan bagi saya dan sebuah kesempatan untuk berbagi sukacita, perhatian, dan rasa “rumah” kepada orang lain melalui makanan. Saya bersyukur dapat menggunakan talenta ini untuk melayani dan menjalin hubungan dengan orang-orang di sekitar saya.


Pada tahun 2024, sebuah babak baru kembali dimulai ketika seorang teman mengundang saya untuk bergabung dalam pelayanan koor di Gereja St. Leo. Mereka membutuhkan anggota koor, dan saya pun dengan senang hati ikut bergabung. Dari situlah saya menjadi bagian dari WKICU. Bernyanyi bersama koor merupakan sebuah berkat, sebuah pengingat akan sukacita dalam kebersamaan dan ibadah bersama. Seiring waktu, saya juga mulai membantu menyediakan makanan ringan setelah Misa, yang terasa sebagai perpanjangan alami dari kecintaan saya terhadap makanan dan keramahtamahan.

Sebagai bagian dari WKICU, saya berharap komunitas ini bisa terus berkembang, khususnya dalam menjangkau lebih banyak umat Katolik Indonesia di Northern California. Saya juga berharap WKICU tetap menjadi tempat yang hangat, terbuka, dan penuh dukungan, tempat di mana siapa pun bisa merasa diterima dan tidak sendirian dalam perjalanan imannya.


So if you ever find yourself at St. Leo on the right Sunday, please come say hello. There will be food. There is always food.

KILAS BALIK BULAN APRIL


Pembelajaran Iman


Sudahkah WKICU Melayaniku dan Mendampingiku?” adalah tema novena/mini rekoleksi ketiga yang diselenggarakan pada 24 April lalu. Acara tersebut dipimpin oleh Romo Andalas secara online, dan turut dihadiri oleh Romo Frans. Umat WKICU sungguh beruntung memiliki para romo yang berdedikasi dalam melayani umat, mendampingi mereka dalam perjalanan iman.

Perayaan Paskah WKICU


Umat WKICU mendapat kesempatan untuk merayakan Paskah sekaligus bernostalgia di St. Justin dalam perayaan Paskah WKICU yang lalu.

“Paduan suaranya sangat indah,”
“Makanannya berlimpah dan semuanya enak dari Lime Tree,”
“Puji Tuhan atas berkat-Nya sehingga kita dapat merayakan bersama dan semuanya berjalan dengan lancar…”

Itulah beberapa ungkapan sukacita dari umat yang menghadiri perayaan Paskah tersebut. Kebersamaan dan kehangatan sungguh terasa sepanjang acara.

Terima kasih kepada seluruh panitia dan umat yang telah berpartisipasi, mulai dari persiapan hingga akhir acara. “Berjalan bersama Kristus sebagai satu keluarga” bukan sekadar aspirasi, tetapi benar-benar terasa dalam perayaan Paskah ini.

Healing Ministry Team


Mungkin masih ada umat WKICU yang belum mengetahui bahwa WKICU memiliki Healing Ministry Team. Tim ini melayani dengan mendoakan, mengunjungi, serta memberikan bantuan kepada anggota WKICU maupun keluarga anggota yang sedang sakit. Bagi yang tertarik untuk bergabung atau ingin menghubungi Healing Ministry, dapat menghubungi Maria Noto atau Youngky.

LAPORAN KEUANGAN


BULAN MARET

Total Pemasukan:
Kolekte & Donasi (Check, Zelle, Stripe, Tunai): $3,784


Total Pengeluaran:

Pengeluaran digunakan untuk mendukung kegiatan dan keberlangsungan pelayanan komunitas, terdiri dari:

  • Kegiatan & Logistik Komunitas (Sewa aula gereja, konsumsi, stipend, dll.): $2,241

  • Administrasi Komunitas: $67.20

Total Pengeluaran Operasional: $2,308.20


Surplus Keuangan Bulan Maret: $1,475.80

SUMBANGAN KASIH


Sumbangan kasih dapat diberikan melalui:


Cek - Payable to WKICU dan dikirimkan melalui kantor pos ke:
PO Box 8362, Fremont CA 94537


Zelle - bendahara@wkicu.org

Mohon pilih akun tipe bisnis (Business name: WKICU), dan diberi catatan lokasi dan tanggal misa.


Credit Card - melalui WKICU Donation page.


Donasi anda ke WKICU bisa diklaim untuk pemotongan pajak. Untuk mempermudah WKICU untuk memberikan bukti pemotongan pajak kepada anda, mohon menulis cek ke WKICU dan pastikan untuk mencantumkan nama, alamat dan jumlah donasi.


TIN: 87-3693225


Follow WKICU



Apabila anda mempunyai pertanyaan, komentar ataupun revisi yang terkait dengan Newsletter ini, anda bisa mengirimkan email ke admin@wkicu.org.

Read More
Wenny Teguh Wenny Teguh

April 2026

Connection April 2026

  Edisi April 2026


JADWAL MISA WKICU


5 April - Jam 3:00 sore

.:Misa dan Perayaan Paskah:.

St. Justin Church

2655 Homestead Road

Santa Clara, CA 95051

Presider: Romo Fransiskus Santoso, SVD


19 April - Jam 2:00 siang

St. Anne Church

32223 Cabello Street

Union City, CA 94587

Presider: Romo Fransiskus Santoso, SVD

Untuk intensi misa, hubungi Ingrid Supit


Setelah misa WKICU selesai, akan dilanjutkan dengan acara ramah tamah. Apabila ada umat yang mau memberi donasi makanan, hubungi Lily Lie untuk wilayah San Francisco atau Cynthia (Thia) untuk wilayah Union City.

PENGUMUMAN


​Misa dan Perayaan Paskah WKICU 2026

RSVP Misa Paskah


Novena WKICU 2026


Untuk mengikuti acara ini, join zoom.wkicu.org setiap Jumat minggu ke-4 pukul 7 malam. 


KENALAN DENGAN JENNIFER RIVERIA

Hi! My name is Jennifer Riveria, though most people just call me Jen, Jenny, or whatever feels natural. I’m a visual designer by trade and a photographer at heart. My creative work often reflects my love for the outdoors through landscape photography, though I also enjoy capturing portraits of the people closest to me. I grew up in Jakarta, Indonesia, and moved to the United States in 2013 for college. Since then, life has taken me across the Bay Area, down to San Diego, and eventually back again, each place shaping me in its own way.

A fun twist in my journey is that I didn’t always start out in a creative field. I actually began my career in finance. But my creative heart couldn’t lie for long. Eventually, I found my way back to design and photography, and now I like to think I’m learning how to let both sides of my brain work together (still a work in progress!). 

I attended Santa Ursula Catholic School in Jakarta, where I was a color guard in the marching band ;). My journey in the Catholic faith hasn’t always been a straight line—it’s had its share of ups and downs, moments of wandering. Yet, for reasons I can’t always explain, I always find my way back. I first found WKICU through its OMK group, serving through music. It became more than just a place to sing and play piano—it was where I found community, friendship, and a sense of belonging during a time when everything in my life felt new and unfamiliar. That experience stayed with me, and it’s something I continue to carry forward. Recently, I joined the WKICU choir after a close friend invited me to participate, knowing how much we both love to sing. It feels funny and sweet to realize that I’ve come back the same way I started.

Looking ahead, my hope for WKICU is that it continues to be a safe and welcoming space for anyone who walks through its doors, just like it was for me 13 years ago, and like it is for my husband today.

Cheers!

KILAS BALIK BULAN MARET


Pembelajaran Iman

Dalam rangka menyambut ulang tahun WKICU, pengurus WKICU bekerja sama dengan beberapa romo yang pernah melayani komunitas ini untuk menyelenggarakan serial pendalaman iman virtual bertema “Antara Aku, Tuhan, dan WKICU.” Kegiatan ini bertujuan untuk mendalami pengalaman iman anggota dalam relasi mereka dengan Tuhan dan WKICU, sekaligus menggali cara agar WKICU dapat lebih baik melayani kebutuhan iman anggotanya di masa mendatang. Sejumlah anggota juga melanjutkan kebersamaan dengan berkumpul dan makan malam bersama sambil mengikuti acara ini.

March Birthday

Perayaan ulang tahun bagi mereka yang lahir di bulan Maret!

LAPORAN KEUANGAN BULAN FEBRUARI


Total Pemasukan:
Kolekte & Donasi (Check, Zelle, Stripe, Tunai): $3,468


Total Pengeluaran:

Pengeluaran digunakan untuk mendukung kegiatan dan keberlangsungan pelayanan komunitas, terdiri dari:

  • Kegiatan & Logistik Komunitas (Sewa aula gereja, konsumsi, stipend, dll.): $2,119

  • Administrasi Komunitas: $202.15

Total Pengeluaran Operasional: $2,321.15

Surplus Keuangan Bulan Februari: $1,146.85

SUMBANGAN KASIH


Sumbangan kasih dapat diberikan melalui:


Cek - Payable to WKICU dan dikirimkan melalui kantor pos ke:
PO Box 8362, Fremont CA 94537


Zelle - bendahara@wkicu.org

Mohon pilih akun tipe bisnis (Business name: WKICU), dan diberi catatan lokasi dan tanggal misa.


Credit Card - melalui WKICU Donation page.


Donasi anda ke WKICU bisa diklaim untuk pemotongan pajak. Untuk mempermudah WKICU untuk memberikan bukti pemotongan pajak kepada anda, mohon menulis cek ke WKICU dan pastikan untuk mencantumkan nama, alamat dan jumlah donasi.


TIN: 87-3693225


Follow WKICU



Apabila anda mempunyai pertanyaan, komentar ataupun revisi yang terkait dengan Newsletter ini, anda bisa mengirimkan email ke admin@wkicu.org.

Read More
Wenny Teguh Wenny Teguh

February 2026

Connection Januari 2026

  Edisi Februari 2026


JADWAL MISA WKICU


1 Februari - Jam 3:30 sore

St. Cecilia Church

2555 17th Ave

San Francisco, CA 94116

Presider: Romo Fransiskus Santoso, SVD


15 Februari - Jam 2:00 siang

St. Anne Church

32223 Cabello Street

Union City, CA 94587

Presider: Romo Fransiskus Santoso, SVD

Untuk intensi misa, hubungi Ingrid Supit


Setelah misa WKICU selesai, akan dilanjutkan dengan acara ramah tamah. Apabila ada umat yang mau memberi donasi makanan, hubungi Lily Lie untuk wilayah San Francisco atau Cynthia (Thia) untuk wilayah Union City.

PENGUMUMAN


Misa WKICU Minggu Ke-3, Perayaan Tahun Baru Imlek & Valentine

KENALAN DENGAN JENAWATI TANURAHARDJA


Hello, nama saya Jenawati Tanurahardja atau lebih dikenal dengan Jena Kwa/Yeyen. Saat ini saya bekerja sebagai Administration Coordinator di Radiology Department, Kaiser Permanente Antioch Medical Center. Saya pertama kali datang ke WKICU tahun 1999 di misa WKICU di Santa Clara dan disambut dengan hangat oleh tante Grace dan tante Ewen. 


Kemungkinan besar banyak warga WKICU yang sudah mengenal saya melalui acara rekoleksi WKICU, ziarah bersama KKI ke Fatima 2 tahun yang lalu ataupun dari acara doa Novena online. Saya juga sering nongol di misa WKICU di Union City. Saya mulai lebih aktif berpartisipasi sebagai pengurus di WKICU saat masa kepemimpinan Martha Mayo dan Hans Mayo. 


Iman saya sebagai seorang Katolik mulai bertunas berkat panduan Pastor paroki yang juga membaptis ayah saya, orang pertama di keluarga kami yang menjadi Katolik. Iman saya juga banyak bertumbuh karena pengaruh teman baik saya. Kami mulai berteman semenjak kami TK. Kami dibaptis dan menerima sakramen Krisma bersama, dan Februari 2025 yang lalu, kami ziarah bersama ke Fatima! 


Untuk yang mau mengenal saya lebih dekat, saya adalah anak bungsu dari tujuh bersaudara, lahir 61 tahun yang lalu. Ikatan persaudaraan kami sangat kuat karena kami dibesarkan oleh ibu dan nenek, setelah ayah kami berpulang ke rumah Bapa ketika kami semua masih kecil. Sebagai anak bungsu, saya tumbuh dengan bayang-bayang nama kakak-kakak saya—yang dikenal sebagai yang pintar, pendiam, maupun yang bengal—terutama karena kami bersekolah di sekolah yang sama dan diajar oleh guru-guru yang sama pula. Saya bersama suami dan dua anak kami—seorang putri yang saat itu berusia 6 tahun dan seorang putra berusia 4 tahun—datang ke California pada bulan September 1999, melalui petisi permanent resident dari keluarga suami. 

Walaupun jauh dari keluarga dan sahabat-sahabat masa kecil, saya dapat dengan cepat menyesuaikan diri dengan lingkungan yang baru. Selama bertualang di negara besar ini, kami mengalami banyak suka dan duka, dan dalam setiap langkah perjalanan tersebut kami senantiasa bersyukur atas penyertaan dan penjagaan Tuhan.


Jika saya diberi kesempatan untuk menjadi siapa saja selama satu jam, saya akan memilih untuk menjadi Bunda Maria. Dengan iman yang begitu mendalam, beliau senantiasa menjawab “iya” atas panggilan Allah dengan penuh ketaatan, tanpa banyak keraguan. Maria juga menjadi teladan dalam kesetiaan dan ketenangan hati—tidak banyak bertanya, melainkan menyimpan dan merenungkan setiap pengalaman rohaninya di dalam hati. Jika saya dapat bertemu dengan siapa saja selama satu jam, saya akan memilih untuk bertemu Yesus. Saya ingin bertanya kepada-Nya, apakah Ia tidak pernah merasa lelah sepanjang hari mendengarkan doa dan permohonan dari begitu banyak orang.


Tiga tempat tamasya favorit saya adalah:

  1. Lourdes, karena auranya yang selalu membawa ketenangan dan kedamaian.

  2. Swiss, karena ketenangan alamnya dan pemandangannya yang indah.

  3. Cina, karena kekayaan sejarahnya dan sebagai tanah leluhur saya.

Tiga hal yang saat ini ada dalam bucket list saya:

  1. Melakukan perjalanan (travelling) setidaknya setahun sekali.

  2. Memiliki lebih banyak kesempatan untuk melayani sebagai relawan dan menghadiri misa harian.

  3. Menghadiri kegiatan olahraga cucu-cucu saya serta meluangkan lebih banyak waktu bersama mereka.

Bagi saya, WKICU adalah tempat untuk melepaskan kerinduan beribadah bersama dalam bahasa ibu. Melalui rekoleksi dan retret bersama, WKICU tidak hanya menjadi sarana pertumbuhan iman, tetapi juga tempat lahirnya persahabatan yang bermakna. Harapan saya, semoga WKICU tetap terus eksis dan mampu menjadi wadah inkubasi bagi tunas-tunas baru yang akan meneruskan keberadaan dan pelayanan WKICU di masa depan.

KILAS BALIK BULAN JANUARI


Misa WKICU San Francisco

Foto Credit: Youngky Hermanto


Misa WKICU Union City

Foto Credit: Youngky Hermanto & Yoshiko Santoso

LAPORAN KEUANGAN BULAN JANUARI


Total Pemasukan:
Kolekte & Donasi (Check, Zelle, Stripe, Tunai): $2,526.00


Total Pengeluaran:

Pengeluaran digunakan untuk mendukung kegiatan dan keberlangsungan pelayanan komunitas, terdiri dari:

  • Kegiatan & Logistik Komunitas (Sewa aula gereja, konsumsi, stipend, dll.): $1,356.00

  • Administrasi Komunitas: $202.15

Total Pengeluaran Operasional: $1,558.15


Surplus Keuangan Bulan ini: $967.85

SUMBANGAN KASIH


Sumbangan kasih dapat diberikan melalui:


Cek - Payable to WKICU dan dikirimkan melalui kantor pos ke:
PO Box 8362, Fremont CA 94537


Zelle - bendahara@wkicu.org

Mohon pilih akun tipe bisnis (Business name: WKICU), dan diberi catatan lokasi dan tanggal misa.


Credit Card - melalui WKICU Donation page.


Donasi anda ke WKICU bisa diklaim untuk pemotongan pajak. Untuk mempermudah WKICU untuk memberikan bukti pemotongan pajak kepada anda, mohon menulis cek ke WKICU dan pastikan untuk mencantumkan nama, alamat dan jumlah donasi.


TIN: 87-3693225


Follow WKICU



Apabila anda mempunyai pertanyaan, komentar ataupun revisi yang terkait dengan Newsletter ini, anda bisa mengirimkan email ke admin@wkicu.org.

Read More
Wenny Teguh Wenny Teguh

January 2026

Connection Desember 2025

 Edisi Januari 2026


JADWAL MISA WKICU


4 Januari - Jam 3:30 sore

Romo Fransiskus Santoso, SVD

St. Cecilia Church

2555 17th Ave

San Francisco, CA 94116


18 Januari - Jam 2:00 siang

Romo Fransiskus Santoso, SVD

St. Anne Church

32223 Cabello Street

Union City, CA 94587

Untuk intensi misa, hubungi Ingrid Supit


Setelah misa WKICU selesai, akan dilanjutkan dengan acara ramah tamah. Apabila ada umat yang mau memberi donasi makanan, hubungi Lily Lie untuk wilayah San Francisco atau Cynthia (Thia) untuk wilayah Union City.

KENALAN DENGAN FERDINAND RETANUBUN


My name is Ferdinand Retanubun. I was born in Surabaya. My parents immigrated to Union City, CA in 2001. For over 24 years, I’ve been a part of WKICU, which has played a significant role in shaping who I am today. I’ve been blessed with strong Catholic roots, and my faith has been deeply influenced by my parents, who instilled in me the values that guide my life.


I’ve always had a love for exploration, and my bucket list reflects that. Top on my list are visiting the Vatican, attending the World Cup, and exploring the Pyramids of Egypt. My favorite vacation destination so far has been Osaka, Japan. The food and culture are amazing. When it comes to music, I have a diverse range of tastes. During long drives, I can listen to anything from country to hip hop, but you won’t find me enjoying metal. If I could meet any historical figure, it would be Ferdinand Magellan. I would ask him what kept him motivated to sail westward, beyond all the unknowns.

​One of my greatest inspirations is St. Michael the Archangel. I admire him for his bravery, protection, and role as a heavenly warrior. As a patron of first responders, police, and paramedics those who face life-and-death situations every day – St. Michael resonates deeply with me. I personally spent 10 years as a first responder, and his example continues to inspire me.


Looking ahead, my vision for WKICU is to attract more young people, particularly from the Indonesian community in Northern California. I dream of WKICU establishing its own church, even if it’s a small one that fits only 100 people on a good day. I believe that having our own
space will not only strengthen our community but could also open the door for more Indonesian priests to be assigned to serve here.


At WKICU, we’ve created a place where both young and old Indonesian Catholics come together to practice their faith and share our unique culture. I’ve been incredibly blessed to be part of this community, which has given me countless opportunities to grow both as a person and as a Catholic. One of the most life-changing experiences I’ve had was attending World Youth Day in Madrid. It was truly an eye-opening and soul-searching journey – an opportunity of a lifetime that I will always cherish.

KILAS BALIK BULAN DESEMBER


Perayaan Natal WKICU 2025


Foto Credit: JGuerzon Pictorials

WKICU menerima berkat Natal besar tahun ini dengan datangnya tiga orang romo untuk memimpin misa natal pada bulan Desember yang lalu - Romo Dio, Romo Frans, dan Romo Galih. Misa dan acara ramah-tamah yang dihadiri oleh 300 orang berjalan dengan lancar berkat dukungan dari banyak umat. 

Foto Credit: JGuerzon Pictorials

Acara ramah-tamah di aula gereja juga dihadiri oleh Konsul Jenderal Indonesia yang baru, Bapak Ichsan Yohpy, dan Ibu Jeannette Wardana. Makanan lezat dari Lime Tree disajikan, dan WKICU Youth Group mempersembahkan talenta mereka dengan bermain berbagai alat musik, sementara Youngky dan Romo Dio, yang juga bertindak sebagai MC melontarkan komentar-komentar yang ceria menambah semaraknya suasana malam itu..


Seperti yang diungkapkan oleh Youngky, "WKICU berkembang bukan karena satu atau dua orang, tetapi karena kita semua memilih untuk hadir, terlibat, dan saling mendukung, menciptakan rasa kekeluargaan yang menjadikan WKICU seperti rumah." Semoga rasa kekeluargaan di antara umat WKICU akan semakin erat di tahun yang akan datang.

Foto Credit: JGuerzon Pictorials

WKICU REKOLEKSI

"Berkobar - kobarlah bagi Allah"


Manusia diciptakan sebagai rupa Allah, dan kita adalah bait Roh Kudus. Namun dosa telah melukai relasi kita dengan Allah dan sesama. Dosa membuat kita takut dan bersembunyi. Dosa meredupkan api Roh Kudus di dalam diri kita.


Tahapan berdosa:

Godaan --> Pikiran dosa --> Keinginan --> Keputusan --> Tindakan -->  Kebiasaan --> Dosa Lain --> Kebencian kepada Tuhan. 

Hidup adalah rangkaian pillihan. Kita harus memilih antara Allah vs. dosa.

Tiga koalisi musuh kita:

  1. Dunia - Keserakahan untuk hal-hal dunia seperti uang, ketenaran, kekuasaan

  2. Daging - Nafsu jasmani dan rohani untuk memuaskan diri sendiri seperti seks, makanan, dll.

  3. Iblis - Dosa yang datang karena kejatuhan setan, terutama dosa kesombongan, iri hati dan sakit hati. 

Allah menurunkan Roh Kudus sebagai penolong, pembela dan pembibing kita supaya pilihan kita sejalan dengan kehedak Tuhan. Roh Kudus hadir di dalam batin manusia dan di komunitas gereja. Mengikuti kegiatan rohani, saling belajar dari umat gereja yang lain dan pengalaman pribadi dengan Tuhan membantu kita untuk dapat mendengar dan mengikuti bimbingan Roh Kudus. Iman yang benar selalu mendorong kita untuk berbuat sesuatu dengan sesama. 

LAPORAN KEUANGAN BULAN DESEMBER


Total Pemasukan:
Kolekte & Donasi (Check, Zelle, Stripe, Tunai): $8,764.78


Total Pengeluaran:

Pengeluaran digunakan untuk mendukung kegiatan dan keberlangsungan pelayanan komunitas, terdiri dari:

  • Kegiatan & Logistik Komunitas (Sewa aula gereja, konsumsi, stipend, dll.): $10,903.36

  • Administrasi Komunitas: $223.20

Total Pengeluaran Operasional: $10,903.36


Defisit Keuangan Bulan ini: $2,137.04


Profit dari penjualan makanan di bulan Desember: $1,447.61

SUMBANGAN KASIH


Sumbangan kasih dapat diberikan melalui:


Cek - Payable to WKICU dan dikirimkan melalui kantor pos ke:
PO Box 8362, Fremont CA 94537


Zelle - bendahara@wkicu.org

Mohon pilih akun tipe bisnis (Business name: WKICU), dan diberi catatan lokasi dan tanggal misa.


Credit Card - melalui WKICU Donation page.


Donasi anda ke WKICU bisa diklaim untuk pemotongan pajak. Untuk mempermudah WKICU untuk memberikan bukti pemotongan pajak kepada anda, mohon menulis cek ke WKICU dan pastikan untuk mencantumkan nama, alamat dan jumlah donasi.


TIN: 87-3693225


Follow WKICU



Apabila anda mempunyai pertanyaan, komentar ataupun revisi yang terkait dengan Newsletter ini, anda bisa mengirimkan email ke admin@wkicu.org.

Read More